Showing posts with label Fenomena unik. Show all posts
Showing posts with label Fenomena unik. Show all posts

Monday, March 21, 2011

Pesona Supermoon di Berbagai Belahan Dunia

"Lunar perigee" atau biasa disebut "Supermoon" adalah suatu fenomena alam di mana bulan berada pada titik terdekat dengan bumi. Peristiwa langka yang terjadi setiap 18 tahun sekali ini, membuat bulan menjadi tampak lebih gemuk dari biasanya.

Berdasarkan data astronomi, pada Sabtu (19/3) pukul 19.10 GMT atau Minggu (20/3) pukul 02.10 WIB, jarak bulan dengan bumi hanya sekitar 356.577 kilometer.


Berikut ini adalah kumpulan fenomena supermoon yang diabadikan dari berbagai dunia.


1. Amerika


Fenomena ‘supermoon’ terlihat di atas University of Florida,
Amerika Serikat, Sabtu (19/3)


Burung-burung beterbangan dengan latar belakang bulan setengah penuh di langit Alda, Nebraska, Amerika Serikat, Jumat (18/3)


Burung-burung beterbangan dengan latar belakang bulan setengah penuh di langit Alda, Nebraska, Amerika Serikat, Jumat (18/3)


Fenomena ‘supermoon’ terlihat di langit Brookfield, Wisconsin,
Amerika Serikat, Sabtu (19/3)


Fenomena ‘supermoon’ terlihat di atas Lincoln Memorial, Washington DC,
Amerika Serikat, Sabtu (19/3)



2. Inggris


Sejumlah warga berdiri di dekat menara St Michael’s di bukit Glastonbury Tor
di Inggris, Sabtu(19/3)


Sebuah pesawat terbang melintas saat fenomena ‘supermoon’ terlihat di langit Somerset, Inggris, Sabtu(19/3)


Fenomena ‘supermoon’ terlihat di atas pusat perbelanjaan Manchester’s Trafford,
Inggris, Sabtu(19/3)



3. Rusia


Bulan setengah penuh terlihat di atas gereja St. Isaak di St.Petersburg,
Rusia, Jumat(18/3)


Bulan setengah penuh terlihat di atas gereja St. Isaak di St.Petersburg,
Rusia, Jumat(18/3)



4. Indonesia


Supermoon terlihat putih bersih di langit Jakarta, Minggu (20/3) dinihari.
Sebelumnya peristiwa supermoon tidak terlihat karena tertutup awan hitam


Supermoon terlihat putih bersih di langit Jakarta, Minggu (20/3) dinihari.
Sebelumnya peristiwa supermoon tidak terlihat karena tertutup awan hitam


Supermoon terlihat putih bersih di langit Jakarta, Minggu (20/3) dinihari.
Sebelumnya peristiwa supermoon tidak terlihat karena tertutup awan hitam

sumber : http://www.apakabardunia.com/2011/03/pesona-supermoon-di-berbagai-belahan.html

Saturday, March 19, 2011

Menanti Indahnya Supermoon

Dari perhitungan astronomi, pada tanggal 19 Maret 2011 Bulan dalam peredarannya mengelilingi Bumi, akan berada pada posisi paling dekat dengan Bumi, disebut sebagai posisi perigee.

Superman atau Supermoon? kredit : Astropro

Tentunya dalam peredaran mengitari Bumi, Bulan akan selalui melalui posisi perigee, tetapi posisi perigee tersebut tidak selalu berada pada angka yang tepat sama, tetapi bervariasi sepanjang waktu.

Pada tanggal tersebut, yang pada saat itu Bulan dalam fase Purnama, dalam perhitungan merupakan jarak yang paling dekat ke Bumi semenjak 18 tahun yang lalu. Lalu? Apa yang akan terjadi?

Beredar kabar di dunia maya, bahwa pada saat tersebut, akan terjadi bencana alam yang sangat dahsyat, mulai dari badai besar, gempa Bumi sampai dengan letusan gunung berapi. Sepertinya seram sekali! Tetapi benarkah itu?

Mari kita tinjau satu persatu, pertama, fenomena ‘supermoon’, ini sebetulnya adalah fenomena alam yang biasa terjadi. Pada suatu ketika, dalam peredarannya di langit, Bulan-Bumi-Matahari bisa berada dalam satu garis lurus, biasanya pada saat itu bisa terjadi bulan baru atau bulan purnama.

Dan bila pada saat bulan purnama, Bulan berada pada posisi perigee, maka keadaan ini oleh para ahli astrologi (bukan ahli astronomi!) disebut ‘super moon’! Jadi istilah super moon bukanlah istilah astronomi, tetapi istilah astrologi.

Kedua, pada tanggal itu, akan terjadi bencana alam? Tentulah dalam siklus alamiah, Bulan mempengaruhi terjadinya gaya pasang surut laut di Bumi, dan ketika Bulan ‘mendekat’, tentulah pengaruh gravitasi Bulan menjadi lebih besar (demikian yang dikatakan hukum gravitasi Newton).

Akan tetapi, apakah bila pengaruh gravitasi Bulan menjadi lebih besar, akan terjadi bencana alam? Mari kita sedikit berhitung dengan matematika. Ambil rata-rata jarak Bumi-Bulan 382900 km, sedangkan pada tanggal 19 Maret 2011, Bumi-Bulan berjarak 356577 km, atau ‘mendekat’ sejarak 26323 km, atau hanya 6,87% lebih dekat dibanding rata-rata.

Posisi Bulan saat berada di perigee atau titik terdekat dengan Bumi.
kredit StarryNight Education


Dengan jarak yang sekecil itu (6,87%), akan menyebabkan dampak yang luar biasa? Seperti biasa, efek pasang surut terjadi setiap hari, dan bila resultan vektor gaya gravitasi Bulan dan Matahari menjadi lebih besar maka efek pasang surut menjadi lebih besar.

Posisi Bumi-Bulan-Matahari dan kaitannya dengan pasang surut.
kredit : Boomeria.org

Tentunya pada saat ketika purnama ditambah perigee, gaya gravitasi menjadi lebih berpengaruh, tetapi, dari studi geofisika yang telah banyak dilakukan, tidak dtemukan adanya dampak yang signifikan pada keseimbangan energi Bumi.

Gempa Bumi, letusan vulkanik, ataupun berbagai fenomena di Bumi lebih disebabkan keseimbangan energi di Bumi, seperti pergeseran lempeng Bumi, sedangkan efek pasang surut oleh Bulan, tidaklah cukup kuat menggeser keseimbangan energi tersebut, yang artinya ‘super moon’ tidak akan menyebabkan bencana alam.

Mungkin dibutuhkan seorang Superman yang datang dari planet Kripton untuk menggeser keseimbangan Bumi, karena Superman mempunyai kekuatan yang jauh lebih besar dibanding kekuatan super moon.

Tetapi kita tahu bahwa superman adalah tokoh rekaan, sebagaimana bencana akibat super moon adalah telaah astrologi. Kalau sudah demikian, pertanyaan berikut, apa yang akan terjadi di tanggal 19 Maret yang akan datang?

Bulan Purnama saat di perigee akan tampak lebih besar 14%. kredit: NASA

Yang pasti Bulan akan tampak lebih ‘besar’ 14% dan 30% lebih cerlang di banding ‘biasanya’, dan kesempatan yang langka untuk menikmati Bulan, sembari memotretnya, atau sekedar nongkrong-nongkrong sembari minum coklat hangat dan menikmati kudapan di malam hari (bila langit cerah).

sumber : http://langitselatan.com/2011/03/18/menanti-indahnya-supermoon/

Sunday, March 13, 2011

Pelangi Es Langka Mirip UFO Muncul di Inggris



Inilah peristiwa fotografer berhasil menangkap fenomena langka: pelangi es di langit Isle of Wight, Inggris. Yang menarik, banyak masyarakat menilai ini UFO.

Fenomena yang juga sering dikenal sebagai ‘sundog’ ini tampak di atas Teluk Cowes, pantai utara Isle of Wight sehingga menciptakan goresan cahaya intens yang bewarna-warni di sekitar awan.

Pelangi es itu terbentuk akibat sinar matahari yang melewati kristal es di atmosfer. Peristiwa langka itu terjadi saat awan cirrus yang tipis berkumpul.

Saat kristal es mucul sejajar maka menciptakan pelangi vertikal. Fotografer Adam Gasson, 30, asal Bristol, Inggris, mengaku kagum karena belum pernah melihat ini sebelumnya.

“Saya melihat kejadian itu dari kejauhan dan berpikir hal itu sangatlah istimewa. Bentuknya yang menggantung di langit sangat mirip UFO,” kata Gasson yang melihat pelangi es sekitar 20 menit.

sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1311692/pelangi-es-langka-mirip-ufo-muncul-di-inggris

Sunday, March 6, 2011

Terkuak, Misteri Matahari Kembar di China

Sebuah video yang menayangkan penampakan Matahari kembar di langit China menghebohkan dunia maya. Salah satu Matahari berwarna oranye, lainnya lebih kuning dan nampak lebih tinggi.

Apa yang sebenarnya terjadi? Situs sains, Life's Little Mysteries menanyakan fenomena tersebut pada astronom dari University of Illinois, Jim Kaler.

http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/03/06/106308_foto-matahari-kembar-di-china_300_225.jpg

Menurut Kaler, penampakan Matahari ganda adalah efek dari refraksi atau pembiasan optikal. Namun, tambah dia, "ini sangat langka."

"Saya meragukan bahwa fenomena itu rekayasa komputer," kata Kaler. "Pasti ada semacam gumpalan atmosfer di suatu tempat yang mengakibatkan fenomena spektakuler itu. Ini memang nampak seperti fatamorgana," tambah dia.

Fatamorgana biasanya terjadi saat cahaya terbias. Biasanya terjadi dekat horison, di mana udara lebih tebal, dan selaras secara vertikal di atas atau di bawah sumber cahaya asli - bukan di sebelahnya, seperti dalam video. Menurut Kaler, perbedaan itu mungkin ketika potongan atmosfer berada di depan Matahari dan menciptakan efek khusus.

Meski luar biasa, penampakan Matahari kembar ini sebelumnya pernah terjadi. Juga penampakan Bulan kembar. Seperti yang tertera dalam buku "Light and Color in the Outdoors" karya astronom Marcel Minnaert.

Sementara, sejumlah ilmuwan ahli optikal atmosfer lain yang dihubungi Life's Little Mysteries mengaku belum pernah melihat fenomena seperti yang ada dalam video tersebut.




"Ini bukan fenomena optik biasa yang sering kita lihat," kata Grant Perry, ilmuwan atmosfer dari University of Wisconsin. "Saya bertanya-tanya sendiri, apakah ini disebabkan lensanya. Namun, jika itu yang terjadi gambar akan ikut bergerak jika kamera bergerak," kata Perry. "Tapi itu tidak terjadi."

Dalam hal optik, ia mengatakan," Anda bisa mengasumsikan ada partikel es atau sesuatu di atmosfer yang selaras sedemikian rupa sehingga membiaskan Matahari pada sudut yang sangat kecil, tapi hanya ke satu arah."

Beberapa efek optik atmosfer pernah dijelaskan secara sains sebelumnya seperi, sun dog, fatamorgana senja (sunset mirages), pilar matahari (sun pillars), dan halo Matahari. Namun apa penampakan dalam video itu tidak masuk dalam definisi apapun. "Ini sangat menarik," kata Kaler.



sumber : http://teknologi.vivanews.com/news/read/207917-terkuak--misteri-matahari-kembar-di-china